Mei 16, 2021

TNI tak pernah gentar walaupun mendapat gangguan dari KKSB OPM, semua demi rakyat

kabarmandala.com — Dandim 1701/Jayapura, Kolonel Inf Jerry Simatupang menegaskan, prajurit TNI yang akan melaksanakan tugas TMMD di Kampung Kibay Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom tak akan gentar bila ada gangguan dari kelompor separatis bersenjata.

Hal itu disampaikan  Jerry Simatupang lantaran, pada tanggal 29 Februari 2020 lalu, salah satu kendaraan dinas milik Kodim 1701/Jayapura yang sedang mendistribusikan bahan bangunan untuk keperluan TMMD ke – 107 di Kampung Kibay, Distrik Arso Timur, Kab. Keerom, mendapat gangguan tembakan dari kelompok separatis. Tembakan tersebut mengenai kaca depan kendaraan hingga tembus ke kaca belakang kabin truk dinas tersebut. Dua personel Kodim 1701/Jayapura mengalami luka-luka akibat terkena serpihan kaca,

“Tentu saja resiko prajurit yang melaksanakan TMMD di wilayah Papua jauh lebih besar dibanding di wilayah lain di Indonesia. Mereka tidak hanya dituntut menyelesaikan sasaran TMMD, namun juga setiap saat harus siap menanggung resiko kehilangan nyawa saat melaksanakan kegiatan TMMD,” ujarnya.

Kendati demikian,  tegas Jerry, prajurit TNI tetap berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaan fisik dalam TMMD sekaligus dituntut untuk mengamankan personel maupun masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini. Untuk mengantisipasi gangguan keamanan tersebut, selain membentuk kelompok pengamanan dalam setiap kegiatan, Dandim telah berkoordinasi dengan Dan Satgas Pamtas Yonif 713/ST maupun personil kepolisian setempat. Pos-pos Satgas Pamtas akan melakukan pengawalan dan pemantauan terhadap rute maupun lokasi TMMD di Kampung Kibay.

“Kami tidak gentar dengan ancaman tersebut. Kedatangan kami didasari niat tulus dan ikhlas untuk membantu meringankan kesulitan warga di perbatasan, khususnya Kampung Kibay. Seberat apa pun resikonya, kami akan hadapi. Kami yakin masyarakat akan ikut menciptakan suasana yang kondusif saat pelaksanaan TMMD nanti”, pungkasnya.