Januari 24, 2021

Tolak 1 Desember, Warga Kibarkan Bendera Merah Putih

Kabarmandala.com – Tokoh adat dan tokoh pemuda masyarakat kibarkan bendera merah putih raksasa di puncak bukit Tungkuwiri Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Selasa (01/12/2020).

Pengibaran bendera merah putih ini dilakuakn sebagai simbol penolakan terhadap 1 Desember yang diklaim sekelompok orang sebagai HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Pengibaran ini sebagai simbol bahwa kami adalah bagian tidak terpisahkan dari NKRI. Jadi 1 Desember itu bukan hari kemerdekaan, tapi sebagai awal menyambut sang putra natal yang membawa kedamaian bagi kita semua,” ujar Kepala Suku Besar Doyo, Aleks Yapo.

Aleks Yapo berpesan kepada generasi muda Papua untuk terus menjaga kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kepada anak cucu, saya berpesan agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kita sudah merdeka tanggal 17 Agustus 1945 dan tidak ada kemerdekaan lain dari itu,” tegasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Bas Tungkuboy selaku koordinator aksi mengatakan, pengibaran bendera ini bertujuan untuk meluruskan sejarah yang sebenarnya bahwa Papua bagian tidak terpisahkan dari NKRI.

“Melalui pengibaran bendera ini, kita ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Papua bahwa tanggal 1 Desember bukan sesuatu yang istimewa atau tanggal yang keramat. Jangan jadikan ini sebagai suatu moment untuk menakuti masyarakat,” jelasnya.

Bas Tungkuboy menambahkan bahwa 1 Desember bukan merupakan hari kemerdekaan masyarakat Papua yang membuat masyarakat resah dan ketakutan dalam beraktivitas, tapi 1 Desember merupakan suatu moment bagi umat Kristen untk menyambut Natal.

“Selama ini kita lihat bahwa tanggal 1 Desember diciptakan untuk membuat warga resah dan ketakutan dalam beraktivitas. Oleh karena itu kita ingin sampaikan bahwa tanggal 1 Desember adalah moment bagi umat Kristen menyambut natal, jadi tidak ada hal lain diluar itu,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya meminta kelompok-kelompok yang masih bersebrangan ideologi untuk sadar dan kembali untuk bersama pemerintah membangun tanah Papua lebih baik kedepan.

“Bagi saudara-saudara saya yang masih bersebrangan untuk mari kembali dan bersama-sama kita bangun Papua ini lebih baik dengan aman dan damai. Mari kibarkan bendera merah putih di seluruh tanah Papua, karena Papua adalah bagian dari Indonesia,” ajaknya.