Desember 1, 2020

Wacana pemekaran daerah Papua akan memantapkan Timika sebagai kota jasa

kabarmandala.com — Sudah lama Timika digadang-gadang sebagai kota jasa. Ini tentu bukan hanya sebuah isapan jempol belaka karena Mimika dari segi geografis dan ekonomi sangat memungkinkan untuk memainkan peran ini. Kabupaten Mimika memiliki luas sekitar 20.039 km² atau 4,75% dari luas wilayah Provinsi Papua dengan topografi dataran tinggi dan rendah.

Kabupaten Mimika sebelah itara berbatasan dengan Kabupaten Paniai, Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Puncak Jaya, sebelah selatan dengan Laut Arafuru, sebelah timur dengan Kabupaten Asmat dan Kabupaten Nduga, sedangkan sebelah barat dengan Kabupaten Kaimana. Karena itu mengacu pada kondisi geografisnya memungkinkan dan sangat potensial untuk dikembangkan jadi kota jasa. Fakta ini ditopang juga pendapatan asli daerah (PAD) yang tinggi dengan beroperasinya PT. Freeport Indonesia (PTFI).

Karena itu wacana pemekaran Papua Tengah sesungguhnya adalah momen bagaimana Mimika kedepannya dapat memainkan peran yang utama untuk menopang pembangunan Provinsi Papua Tengah terutama dibidang jasa. Sehingga tidak salah Bupati Mimika Eltinus Omaleng dengan gigih memperjuangkan pemekaran Provinsi Papua Tengah dengan ibukota Timika. Dan ini sangat tepat.

Sebagai masyarakat Mimika kita harus bangga dan perlu mendukung dan mengapresiasi apa yang beliau perjuangkan. Akselerasi pembangunan di Mimika dibidang Infrastruktur pasti akan meningkat tajam yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan diharapkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Perputaran uang dibidang jasa juga pasti àkan meningkat karena menopang kebutuhan-kebutuhan kabupaten-kabupaten di Provinsi Papua tengah dan sekitarnya. Karena itu mari kita bergandengan tangan melangkah bersama menuju masyarakat Mimika yang adil, makmur dan sejahtera dengan mendukung penuh pemekaran provinsi Papua Tengah.

Masukan-masukan yang konstruktif kita sampaikan dengan dasar optimisme menuju Papua sejahtera dan berkeadilan. Terlalu lama kita tidur dan jadikan wacana pemekaran Provinsi Papua Tengah sebagai momentum kebangkitan kesejahteraan di tanah ini. Terutama untuk dua suku besar Amungme dan Kamoro dan suku-suku kekerabatan lainnya.