Oktober 24, 2020

Wali Kota Jayapura Tak Ajukan PSBB karena Tidak Ingin Warga Panik

kabarmandala.com — Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano menyebutkan, salah satu sebab tak mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), dikarenakan tak ingin membuat warganya panik karena COVID-19. Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano menyebutkan walaupun tak mengajukan PSBB, namun pelaksanaan yang terjadi di lapangan sudah seperti PSBB, misalnya telah dilakukan pembatasan aktivitas warga mulai pukul 06.00 WIT hingga 18.00 WIT.

“Kami tetap melakukan pendekatan humanis dan tidak melakukan PSBB. Intinya itu kan warga tak panik, takut dengan segala aturan yang diterapkan pemerintah,” katanya, Rabu (22/4). Mano menyebutkan hingga kini status Kota Jayapura masih siaga darurat, meski Pemprov Papua telah meningkatkan status corona menjadi tanggap darurat.

“Penduduk di Kota Jayapura itu padat, berbeda dengan penduduk di kabupaten lain yang banyak tinggal di kampung. Kami tak ingin jika diterapkan PSBB akan ada panic buying dan hal lainnya,” katanya. Untuk menerapkan disiplin warga, Pemkot Jayapura mengeluarkan instruksi yang salah satu poin adalah mewajibkan seluruh warga menggunakan masker jika keluar rumah.

“Kami akan bagikan masker untuk seluruh warga dalam pencegahan corona,” katanya. Mano menyebutkan Pemkot Jayapura menggelontorkan dana Rp 29 miliar untuk melakukan refocusing dan realokasi APBD yang difokuskan pada tiga hal yakni penanganan masalah kesehatan, penanganan masalah dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial. “Pemkot Jayapura juga membuka dapur umum yang dikelola oleh personel TNI Polri dan Satpol PP, untuk memberikan makan kepada warga terdampak COVID-19,” ujarnya.