Desember 1, 2020

Warga Berlakukan Jam Malam di Kota Jayapura

kabarmandala.com — Aktifitas perekonomian di Kota Jayapura lumpuh, pasca unjuk rasa anarkis yang dilakukan oleh ribuan pendemo yang awalnya menuntut anti rasisme, Kamis 29 Agustus 2019.  Hingga malam ini pun, suasana ruas jalan raya Waena, Abepura hingga Kota Jayapura relatif lenggang. Warga lebih banyak memilih tinggal di rumah. Jam malam juga diberlakukan oleh warga Kota Jayapura di pemukiman padat penduduk dan kompleks perumahan.

Markus, pengurus RT Perumahan Waena menyebutkan jam malam mulai dilakukan sejak Kamis malam, usai rusuh pendemo. Pada pemukiman warga ini, jam malam sudah dilakukan sejak pukul 20.00 WIT hingga pagi menjelang.

“Kami tetap waspada mengantisipasi gerakan perusuh jika ada yang melakukan aksi provokatif ke dalam kompleks. Semoga situasi ini cepat berlalu,” kata Markus, Jumat 30 Agustus 2019. Baca Juga >  Dekatkan Pelayanan, PDAM Buka Kantor di Jayapura Selatan . Markus menyebutkan walau biasa diberlakukan jam malam dengan siskamling di daerahnya, namun jam malam kali ini dilakukan lebih ketat dan lebih banyak penjagaan oleh warga.

“Warga berjaga di sejumlah titik di sepanjang jalan kompleks,” katanya. Sementara itu, aktifitas pertokoan, perkantoran, pasar hingga sekolah masih lumpuh, pasca rusuh pendemo yang melakukan pelemparan batu, pengerusakan hingga pembakaran ke sejumlah bangunan, mulai dari kios, lapak penjual kaki lima, perkantoran, hotel, rumah makan hingga rumah warga yang berada di pinggir jalan mulai dari Waena hingga Kota Jayapura.

Pantauan kabarpapua.co menyebutkan sejumlah bangunan yang dibakar massa terdiri dari Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) yang dibentuk sebagai lembaga kultural orang asli Papua. Lalu ada juga Kantor Telkomsel Grapari Jayapura, kemudian kantor Bea Cukai yang terletak di sekitar Pelabuhan Jayapura. Ratusan kios dan rumah warga yang berada tepat di depan Pelabuhan Jayapura ikut dibakar pendemo anarkis, termasuk sejumlah lapak di Abepura dan pusat perbelanjaan PTC.

Massa anarkis juga melempar batu kearah bangunan apa saja yang berada di pinggir jalan mulai dari ruas jalan Waena hingga ke Kota Jayapura. Sebut saja bangunan yang kaca depan bangunannya berguguran, yakni Hotel Grand Abe, Dinas Kesehatan Papua di Kotaraja, Hotel Horison Kotaraja, Bank BTPN, Dealer Toyota, sejumlan ATM dirusak pendemo, gedung Pelni Jayapura, Bank Mandiri Abepura dan bangunan toko dan ruko lainnya.