Desember 1, 2020

Warga harus stop penyebaran Hoax tentang corona

kabarmandala.com — Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua, Muhammad Musa’ad, meminta seluruh ASN Pemprov Papua untuk tidak menjadi pemicu penyebaran hoax, seperti halnya yang terjadi di media sosial beberapa hari belakangan, seiring berkembangnya penyebaran Covid 19 di Indonesia.

“Tugas ASN memberikan pemahaman bagi masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar kita. Jangan malah kita menjadi pemicu penyebaran hoax. Seperti halnya yang terjadi seiring berkembangnya Covid 19 di Indonesia,” ujar Muhammad Musa’ad saat pimpin apel pagi Pemprov Papua di halaman Kantor Gubernur Papua, Senin (16/3) kemarin.

Termasuk 1 kasus di Agats – Merauke yang disebutkan melalui media sosial bahwa dipastikan positif Covid 19. Padahal merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), bukannya pasien positif Covid 19. Pasien PDP masih akan mendapat pengawasan dalam 14 hari ke depan untuk kemudian diketahui statusnya, baik negatif atau positif Covid 19.

Kata Musa’ad, semua pihak yang memiliki jaringan di media sosial, diharapkan untuk mengingatkan bahwa penyebaran hoaks memiliki konsekuensi pelanggaran hukum dan bisa ditindak. “Jadi hati-hati, jangan sampai dalam situasi seperti ini, kita malah berurusan dengan hukum,” tambahnya.