Oktober 26, 2020

Warga Sipil Selamatkan Diri Usai Baku Tembak TNI-Polri dengan KKB di Intan Jaya

kabarmandala.com —¬†Wakil Ketua DPRD Kabupaten Intan Jaya, Papua, Marten Tipagau, mengatakan masyarakat sipil meninggalkan tempat tinggalnya untuk menyelamatkan diri karena terancam setelah peristiwa baku tembak antara TNI-Polri dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Sekitar 700 hingga 900 keluarga mengungsi ke gunung-gunung dan menyebar kemana-mana karena terjadi baku tembak di tiga distrik, yaitu distrik Sugapa, distrik Hitadipa dan distrik Ugimba Intan Jaya,” kata Marten dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (20/12/2019).

Menurut Marten, masyarakat mengungsi ke sejumlah tempat karena ketakutan dan menggangu aktivitas serta membuat masyarakat sipil mengalami trauma setelah peristiwa baku tembak antara TNI-Polri dan KKB tersebut.

“Ini menghambat masa depan pendidikan anak-anak, menghambat ekonomi, dan mengancam keselamatan nyawa masyarakat, saya sudah sampaikan kepada KKSB OPM jangan ganggu kenyamanan hidup kami disini, semua ini terjadi karena keegoisan mereka (KKSB OPM)” katanya.

Dia berharap peristiwa serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang dan berharap kedamaian terwujud menjelang perayaan Natal tahun ini.¬†“Sebagai wakil rakyat, saya tidak mau terjadi kejadian serupa yang terjadi di Nduga. Kami mau, warga kami rayakan Natal dalam damai. Jangan nodai damai Natal dengan air mata dan darah di seluruh wilayah Intan Jaya. Warga Intan Jaya seluruhnya umat Kristen. Mereka mau rayakan Natal. Tidak boleh terjadi konflik apapun di Intan Jaya,biarkan TNI POLRI menjaga kami disini.” tegasnya.