Home / Lifestyle / Warisan budaya timur Indonesia wajib dijaga khususnya perempuan

Warisan budaya timur Indonesia wajib dijaga khususnya perempuan

kabarmandala.com — Festival Lembah Baliem 2019 telah dimulai.Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan perempuan harus menjadi sosok terdepan yang mampu menjaga warisan budaya Indonesia. “Perempuan harus menjadi sosok terdepan yang mampu menjaga warisan budaya Indonesia. Jangan sampai keasliannya terpengaruh unsur dan budaya negara lain di era globalisasi. Anak sebagai penentu masa depan bangsa juga harus ditanamkan kecintaannya terhadap warisan budaya Indonesia sejak dini,” kata Yohana.

Menurut Yohana, perempuan dan anak harus dijaga dan dilibatkan dalam pembangunan, termasuk juga pelestarian budaya Indonesia. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise menyampaikan hal itu saat Membuka Festival Lembah Baliem yang ke-30 Tahun 2019 yang mengusung tema “Warisan Budaya sebagai Jejak Peradaban” di Distrik Walesi, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Rabu.

Menteri Yohana menyebutkan, Indonesia sangat kaya akan warisan budaya, mulai dari Sabang sampai Merauke terdapat beragam unsur budaya yang menjadi kekuatan dan diferensiasi dari negara lain. Secara umum budaya masyarakat di dunia menempatkan laki-laki pada hierarki teratas sedangkan perempuan menjadi nomor dua. Padahal jelas bahwa peran perempuan berpengaruh terhadap pembentukan karakter bangsa. Terkait Festival, Menteri Yohana mengatakan, eksistensi Kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem yang ke-30 Tahun 2019 menjadi pembuktian kepedulian pemerintah dan masyarakat Indonesia terhadap pelestarian warisan budaya lokal.

“Saya sangat bangga dapat membuka acara Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) yang ke-30 tahun ini. Melihat keragaman warisan budaya tanah Papua membuat saya semakin bangga menjadi orang asli Papua. Perempuan, anak, dan warisan budaya tidak dapat dipisahkan sebab mereka berperan sebagai unsur pemersatu dan penentu masa depan bangsa,” ujarnya. Yohana mengaku, merasa bangga dan senang karena menjadi bagian dari Festival tersebut, dan berharap momentum itu digelar setiap tahun.

“Saya merasa senang menjadi bagian dari festival ini. Besar harapan agar festival budaya seperti ini akan terus ada setiap tahunnya, baik di tanah Papua maupun di daerah lain di Indonesia,” katanya. Ia menambahkan, budaya merupakan salah satu identitas sebuah bangsa, oleh karena itu harus terus dilestarikan. Terlepas dari semua itu, ia juga menitipkan perempuan dan anak di tanah Papua kepada bapak Bupati agar hak dan perlindungan bagi mereka dapat terpenuhi dengan baik. “Sebab perempuan dan anak merupakan bagian yang tidak boleh terlepaskan dari pembangunan sebagai pemersatu bangsa Indonesia,” ucap Yohana Yembise.

About master

Check Also

Cek Aki Sebelum Sepeda Motor Ditinggal Mudik

Kabarmandala.com – Bulan puasa tak bisa lepas dari tradisi mudik. Banyak yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *