Mei 11, 2021

Kembali Lakukan Terror, KKB Sandera Pilot Asing Dan Penumpang Susi Air di Papua

Kabarmandala.com – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih menebar teror di Papua. Aksi teror dari Kelompok Kriminal Bersenjata Papua belakangan kembali meresahkan warga.

Seorang pilot berkewarganegaraan Selandia Baru dan tiga penumpang pesawat Susi Air menjadi korban penyanderaan yang dilakukan oleh 30 anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua.

Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel CZI I Gusti Nyoman Suriastawa mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di Lapangan Terbang Wangbe, Distrik Wangbe Kabupaten Puncak, Papua, Jumat (12/03/2021).

“Kami telah mendapat laporan informasi adanya penyanderaan pesawat selama 2 jam di Lapangan Terbang Wangbe, Kabupaten Puncak,” ujarnya, Sabtu (13/03/2021).

Gusti menuturkan pilot pesawat beranama Captain Ian John Terrence Hellyer dan tiga penumpangnya menjadi sandera selama sekitar dua jam oleh 30 anggota KKB berlaras panjang sekitar pukul 06.20 WIT.

Sebanyak tiga penumpang merupakan warga asli Papua masing-masing yakni, Ricky Dolame, Arikala Dolame, dan Arike Wandikbo.

Hellyer bersama tiga penumpangnya, mengaku tidak mengalami tindakan kekerasan selama panyanderaan namun khawatir karena ditodong senjata.

KKB diduga meminta agar pesawat maskapai milik PT Asi Pudjiastuti Aviation (Pilatus PC-6 S1-9364 PK BVY) itu tidak membawa penumpang dari aparat TNI-Polri. KKB juga mengaku kecewa karena kepala Kampung tidak memberikan dana desa.

“KSB (KKB) juga menyampaikan kekecewaannya dengan Kepala Kampung karena tidak memberikan dana desa,” ujarnya.

Gusti mengatakan, aksi panyanderaan itu berakhir saat setelah korban bernegosiasi pihak KKB. Pesawat kemudian take off sekitar pukul 08.36 WIT menuju Terminal UPBU Bandara Moses Kilangin Timika dan mendarat dengan aman.

“Meskipun tak ada korban, kejadian ini menunjukkan aksi teror KKB di wilayah Papua, termasuk teror terhadap aktivitas penerbangan sipil. Dan kami selalu berkoordinasi erat dengan pihak Kepolisian” ujarnya.

Sungguh miris, KKB seakan tak pernah berhenti menebar aksi teror. Ironis memang, KKB masih saja melakukan aksi kekejaman tanpa melihat siapapun sasarannya, bahkan bukan saja orang dari luar Papua namun orang asli Papua saja juga menjadi sasaran kekejamannya.

KKB terus-menerus menggerogoti kedamaian di Papua dengan menebar ancaman dan teror. Tujuan dari kelompok kriminal bersenjata yang mengatasnamakan rakyat Papua untuk merdeka adalah hal yang mengada-ngada, karena pada kenyataannya mereka hanya bertindak atas dasar kelompok sendiri dan tidak segan-segan untuk mengorbankan masyarakat asli Papua sendiri sebagai korban untuk kepentingan mereka.