Juni 24, 2021

Paulus Waterpauw kembali pimpim Polda Papua

kabarmandala.com — Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencopot tiga Kapolda yang daerahnya terjadi sorotan karena sejumlah insiden. Yakni, Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Papua dan Riau. Dugaan pencopotan akibat insiden menguat, mengingat ketiganya dicopot saat tiga insiden itu belum tuntas ditangani.

Sesuai dengan telegram nomor ST/2559/IX/KEP/2019 tertanggal 27 September 2019 terdapat 20 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah Polri yang dimutasi. Yang Menonjol ada tiga Kapolda digeser, yakni Kapolda Sultra Brigjen Iriyanto digeser menjadi Irwil III Itwasum Polri. Posisinya sebagai Kapolda digantikan Brigjen Merdisyam.

Lalu, Kapolda Papua, Irjen Pol. Rudolf Alberth Rodja digeser menjadi analis kebijakan utama Sabhara Baharkam. Posisi Kapolda Papua lantas dijabat Irjen Pol. Paulus Waterpauw. Selanjutnya, Kapolda Riau, Irjen Pol. Widodo Eko Prihastopo digeser menjadi Pati Baintelkam Polri.

Posisinya digantikan oleh Irjen pol. Agung Setya Imam Effendi, yang sebelumnya menjabat pati Baintelkam Polri yang ditugaskan di BIN. Diketahui, di Sultra terjadi insiden berupa dua mahasiswa tewas saat berunjuk rasa menolak revisi sejumlah undang-undang.

Karena insiden tewasnya dua mahasiswa, mahasiswa kemudian menuntut sejumlah hal. Salah satunya, pencopotan Kapolda Sultra. Lalu, di Papua juga terjadi rentetan kerusuhan yang sempat membuat jatuh korban.

Yang menguatkan bahwa pencopotan Kapolda Papua tersebut terkait insiden di Papua, karena pengantinya adalah Irjen Pol. Paulus Waterpauw. Paulus Waterpauw tercatat pernah menjadi Kapolda Papua selama dua tahun, 2015-2017. Paulus merupakan pati Polri asal Papua.

Di Riau, juga diketahui bahwa terjadi kebakaran hutan yang cukup hebat. Bahkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sempat memberikan warning untuk setiap Kasatwil yang tidak maksimal menuntaskan kasus karhutla.

Sementara Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan bahwa pencopotan tersebut alami terjadi di Polri. Sebagai tour of duty dan penyegaran. ”Promosi dalam rangkat peningkatan kinerja organisasi menuju SDM unggul dan promoter,” urainya.