Mei 11, 2021

Pembeli Senjata untuk KKB Ternyata Pendeta, Kerap Transaksi di Dekat Gereja

Kabarmandala.com – Satgas Nemangkawi akhirnya menangkap pembeli atau pencari senjata untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Peniel Kogoya sebelumnya sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). Menurut keterangan yang dirilis Satgas Gakkum Ops Nemangkawi, jaringan KKB Nduga yang ada di Kabupaten Intan Jaya ini berprofesi sebagai Pendeta Gereja Advent Kali Bobo Nabire.

Peniel yang beralamat di Kali Bobo, Kabupaten Nabire ini berperan menjadi pembeli atau pencari senjata untuk KKB Intan Jaya. Dalam aksinya, Peniel ternyata kerap kali bertransaksi membeli senjata di dekat gereja tempatnya bertugas. “Satgas Gakkum Nemangkawi telah menangkap Paniel Kogoya yang diduga pembeli atau pencari senjata KKB Intan Jaya,” kata Kasatgas Humas Nemangkawi, Kombes M Iqbal Alqudusi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/4/2021).

Peniel Kogoya juga diketahui pernah menjadi kontraktor proyek pengadaan solarsel penerangan seribu rumah di Intan Jaya.

Dia telah ditetapkan DPO oleh Ditreskrimum sejak 9 Januari 2021. Penetapan tersebut sehubungan dengan keterangan tersangka kepemilikan senjata api ilegal, yakni Didy Chandra (DC) dan Fuad Arisetyadi (FA).

Dari hasil BAP terhadap Didy Candra yang menjadi tersangka jual beli senjata api dan amunisi dan ditangkap pada 21 Oktober 2020 di Nabire, diketahui Peniel Kogoya telah beberapa kali transaksi. Pertama, dia membeli senjata jenis M4 melalui Didy Candra, diteruskan ke Fuad dan selanjutnya ke Jabir, pada bulan Juni 2019. Harga senjata api itu Rp300 juta.