Juni 24, 2021

Tiga orang yang diamankan oleh Polres Mimika dikembalikan karena tidak cukup bukti saat penangkapan diduga markas baru KNPB

kabarmandala.com — Polres Mimika mengembalikan tiga orang yakni EM (35), SW (34) dan RW (24) pada Selasa (15/10) yang sempat diamankan aparat gabungan saat penggerebakan diduga markas baru Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di belakang Benglap TNI AD Jalan Cenderawasih SP III, Senin (14/10) kemarin.

Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia mengatakan, sebelumnya pihaknya mengamankan ketiganya lantaran dicurigai sebagai mata-mata yang berada di lokasi saat penggerebekan. Kendati demikian, setelah melakukan pemeriksaan, Polres Mimika tidak memiliki cukup bukti.

“Setelah pemeriksaan dari penyidik kami, mereka memang sedang melintas dan tidak ada sangkut pautnya di daerah itu. Kemarin kami sempat mengamankan tiga orang itu karena mereka sedang melintas di sana, diduga ada kaitan dengan KNPB. Karena mereka juga ada di sana,” ujarnya saat ditemui di halaman kantor pelayanan masyarakat Polres Mimika, Selasa (15/10).

Dijelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan, ketiganya bukan warga asli di lokasi tersebut. melainkan warga yang tinggal di seberang jalan dan hendak melakukan perkebunan di sekitar lokasi penggerebekan.

“Karena tidak punya cukup bukti, kami kenakan wajib lapor. Mereka itu warga seberang jalan yang melintas mau berkebun. Memang ada juga beberapa yang tinggal di sana tapi sudah lari,” kata I Nyoman Punia sembari mengatakan pihaknya terus melakukan penyelidikan.

“Tapi tempatnya kita amankan dan akan dikembangkan lagi,” imbuhnya. Berbeda dengan pernyataan polisi, KNPB mengklaim warga yang diamankan berjumlah lima orang, yakni Sarianus Mbisikmbo, Lakinus Waker, Alex Mirip, Yekson Wandik, dan Aldo Waker.

Sementara itu berdasarkan pantauan Salam Papua, terlihat lima (5) orang yang ke luar meninggalkan kantor pelayanan Polres Mimika bersama salah satu pendeta. Data yang dihimpun Salam Papua, kelimanya yakni bernama Elias Mirib, Sarianus Waker, Ricardo Waker, Lakinus Waker dan Rambo J Wandik.

“Semuanya sudah dimintai keterangannya namun tidak ada keterlibatan langsung dan hanya menjadi pantauan. Karena memang pada saat penggerebekan itu tidak ada kegiatan perkumpulan di situ,” kata Kasat Intelkam Polres Mimika usai meminta pendeta tersebut agar mengimbau orang yang sempat diamankan untuk tetap berada dalam naungan NKRI.

Seperti pemberitaan sebelumnya, penggerebekan diduga markas baru KNPB itu dilakukan setelah kepolisian menerima informasi dari warga bahwa di tempat tersebut dijadikan tempat perkumpulan yang disinyalir adanya aktivitas organisasi terlarang.

Pasalnya, markas sebelumnya yang dibangun diatas lahan PT. Freeport Indonesia di Jalan Sosial, Kebun Sirih sudah dibongkar aparat gabungan TNI-Polri pada 31 Desember 2018 lalu dan dijadikan sebagai pos terpadu Merah-Putih.

Dalam penggerebekan markas tersebut, ditemukan sejumlah atribut KNBP yakni 2 topi loreng berlogo bintang warna merah, sepasang sepatu PDL, 7 baju loreng, dan 1 celana loreng dan atribut bercorak Bintang Kejora. Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan beberapa senjata perang tradisional yakni 115 anak panah beserta 22 busur, 1 kapak, 2 parang, 2 senapan angin.

Pantauan Salam Papua, usai melakukan penggerebekan di belakang Benglap TNI AD, ratusan personel itu kemudian melakukan patroli dan penyisiran di lokasi yang diduga tempat berkumpulnya anggota KNPB di Jalan Baru dan Jalan Gaharu, Nawaripi. Dimana, razia tersebut berjalan aman.